•   Cara yang diperbolehkan

Ada beberapa macam cara pencegahan kehamilan yang diperbolehkan oleh syara’ antara lain, menggunakan pil, suntikan, spiral, kondom, diafragma, tablet vaginal , tisue. Cara ini diperbolehkan asal tidak membahayakan nyawa sang ibu. Dan cara ini dapat dikategorikan kepada azl yang tidak dipermasalahkan hukumnya.

Dari salah satu kasus yang telah dipaparkan diatas Banyak hal yang seyogyanya membuat kita ragu tentang masalah KB ini. Untuk lebih mendalami Masalah ini berikut uraian – uraian yang dapat disampaikan:

  •  Alasan tidak diperbolehkannya KB

Hukum KB bisa haram jika menggunakan alat atau dengan cara yang tidak dibenarkan dalam syariat islam.

Ada beberapa ulama yang menolak KB dengan alasan antara lain, yaitu:

  1. KB sama dengan pembunuhan bayi.
  2. KB merupakan tindakan tidak wajar (non-alamiah) dan bertentangan dengan fitrah.
  3. KB mengindikasikan pada ketidakyakinan akan perintah dan ketentuan Tuhan.
  4. KB berarti mengabaikan doa Nabi agar umat islam memperbanyak jumlahnya.
  5. KB akan membawa petaka konsekuensi-konsekuensi sosial.
  6. KB adalah suatu jenis konspirasi Imperialis Barat terhadap negara-negara yang berkembang.
  7. KB dilakukan karena niat yang tidak baik misalnya takut mengalami kesulitan ekonomi dan susah mendidik anak.

Para ulama sepakat bahwa menggunakan metode KB yang bersifat permanen hukumnya haram. Metode permanen adalah metode yang bersifat mantap, yang meliputi tindakan :

  1. Vasektomi atau vas Ligation
  2. Tubektomi atau Tubal Ligation (operasi ikat saluran telur)
  3. Histerektomi (operasi pengangkatan rahim)

Ulama mengharamkan metode kontrasepsi permanent ini karena menilainya sebagai bentuk pengebirian yang dilarang oleh Rasulullah saw. Sesuai dengan sabda Rasulullah : Tidaklah termasuk golongan kami (umat islam) orang yang mengebiri orang lain atau mengebiri dirinya sendiri. Disamping itu, tindakan sterilisasi juga dianggap sebagai mengubah firth kejadian manusia yang dilarang dalam islam.

2)      Cara yang dilarang

Ada juga cara pencegahan kehamilan yang dilarang oleh syara’, yaitu dengan cara merubah atau merusak organ tubuh yang bersangkutan. Cara-cara yang termasuk kategori ini antara lain, vasektomi, tubektomi, aborsi. Hal ini tidak diperbolehkan karena hal ini menentang tujuan pernikahan untuk menghasilakn keturunan.

ü  Alasan diperbolehkannya KB

Menurut kelompok ulama yang membolehkan, dari segi nash, tidak ada nash yang sharih secara eksplisit melarang ataupun memerintahkan ber-KB.

Mereka juga beralasan dari sudut pandang ekonomi dan kesehatan, antara lain, sebagai berikut:

  1. Untuk memberikan kesempatan bagi wanita beristirahat antara dua kehamilan.
  2. Jika salah satu atau kedua orang pasangan suami istri memiliki penyakit yang dapat menular.
  3. Untuk melindungi kesehatan ibu.
  4. Jika keuangan suami istri tidak mencukupi untuk membiayai lebih banyak anak.
  5. Imam al-ghazali menambahkan satu lagi, yaitu menjaga kecantikan ibu.

Secara umum lembaga-lembaga fatwa di Indonesia menerima dan membolehkan KB. Majelis Ulama Indonesia menjelaskan, bahwa ajaran islam membenarkan Keluarga Berencana. Argumen yang membolehkannya adalah untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak agar menjadi anak yang sehat, cerdas, dan sholeh. Majelis Tarjih Muhamadiyah memandang KB sebagai jalan keluar dari keadaan mendesak, dibolehkan sebagai hukum pengecualian, yakni:

  1. Untuk menjaga keselamatan jiwa atau kesehatan ibu.
  2. Untuk menjaga keselamatan agama, orang tua yang dibebani kewajiban mencukupi keperluan hidup keluarga dan anak-anaknya.
  3. Untuk menjaga keselamatan jiwa, kesehatan atau pendidikan anak-anak.

Ulama-ulama  memperbolehkan KB didasarkan pada prinsip kemaslahatan keluarga (Mashalihul Usrah) bagi pengembangan kemaslahatan umum (al-mashalihul ‘Ammah).

Iklan